Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku)

Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku)

Membaca dapat diibaratkan membuka jendela dunia, karena dengan membaca akan menambah imu dan wawasan kita. Membaca juga akan membentuk pola pikir baru dan akan meningkatkan kemampuan seseorang dalam menemukan berbagai keunikan dan hal baru yang berguna bagi kehidupan. Semakin banyak membaca akan membentuk pribadi yang berilmu dan bijak dalam melangkah serta mengambil keputusan.

Hasi survei  Programme for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2015 menunjukan bahwa Indonesia berada di urutan ke-64 dari 72 negara. Menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, sebanyak 91,47% anak usia dini lebih suka menonton televisi dan 13,11% yang suka membaca.

Berdasar dua survei tersebut dapat dikatakann bahwa tingkat membaca kita masih kurang kususnya untuk anak usia dini.  Abad 21 membutuhkan anak yang mampu berfikir kritis, kreatif, komunikatif dan mampu berkolaborasi. Orangtau dituntut mendampingi putra putrinya untuk menguasai beragam kecakapan literasi.

Membiasakan membaca memang bukanlah perkara yang mudah, perlu dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah melalui progran Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku (Gernas Baku). Gerakan ini adalah gerakan yang dicanangkan oleh pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI guna mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan, di rumah, satuan PAUD, dan di masyarakat.

Gerakan ini secara resmi akan dilaksankan serentak di Indonesia pada tanggal 5 Mei 2018. Gernas Baku telah dimulai program dan pengkajiannya sejak bulan Februari 2018 melalui kegiatan bulan sosialisasi dan kampanye serta seminar nasional Gernas Baku.

Bulan Maret 2018 adalah bulan donasi buku dan penyediaan pojok baca di PAUD serta penyediaan buku bacaan anak usia dini dan bacaan orangtua di dalam lingkungan keluarga. 

Bulan parenting dan minggu pengondisian dilaksanakan pada bulan April 2018. Puncak kegitan bulan Mei dengan soft launcing dan pelaksanaan nasional serentak di seluruh Indonesia.

Tujuan gerakan ini adalah membiasakan dan menumbuh kembangkan minat baca anak usia dini. Bersama orangtua dan anak akan mempererat hubungan sosial emosional antara anak dan orangtua yang saat ini sudah mulai luntur dengan kesibukan orangtua di dunia kerja. Selain anak, gerakan ini juga akan membiasakan orangtua membacakan buku bersama anak.

Gernas Baku melibatkan orangtua ketika anak berada di rumah. Berbagai kegiatan dapat dilakuakan orangtua dengan langkah awal memahami kemampuan membaca anak sesuia tahap perkembangannya. Orangtua akan belajar bagaimana memahami teknik yang menarik minat anak untuk gemar membaca dan membiasakan membacakan buku untuk anak.

Satuan PAUD yang berisi warga sekolah menciptakan berbagai kegiatan untuk mendukung gerakan ini. Sekolah menyediakan pojok baca dan perpustakaan untuk memupuk minat anak dalam membaca buku. 

Orangtua juga dapat dilibatkan sebagai sukarelawan membacakan buku untuk anak. Sedangkan masyarakat melalui berbagai komunitas baca juga bisa menjadikan sarana untuk mendukung gerakan ini.

Gernas Baku menjadi salah satu solusi bersama untuk meningkatkan minat baca anak, bersama orangtua, sekolah dan masyarakat bersama-sama menciptakan kondisi menyenangkan dan mendukung kebiasaan membaca.

Dengan membaca, masa depan anak akan mampu bertahan di tengan perkembangan zaman yang begitu cepat dan terus bersaing. Mari kita ikut menyukseskan gerakan ini dengan ikut serta sesuai dengan kemampuan kita maisng- masing.

                                                                                                                 

Sumber:

Panduan Pelaksanaan Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku (Gernas Baku) Kemendikbud, RI 2018.




Comments